glitter-graphics.com klik siniklik sini
Indonesian Spanish Brazilian Portuguese English German Dutch Italian Russian Greek French Arabic Korean Chinese Japanese Arabic Brazilian English Indonesian

Rabu, 21 November 2012

Mengapa BlackBerry Tak Mau Pakai Android?


KANADA, Berita HUKUM - Saat mengambil alih jabatan Presiden dan CEO Research in Motion (RIM) di perusahaan pembuat BlackBerry itu Januari lalu, Thorsten Heins banyak menerima saran untuk mengadopsi sistem operasi Android.

"Banyak yang menyarankan saya untuk mengalihkan BlackBerry ke Android," ujar Heins dalam wawancara dengan All Things Digital, Mingu (18/11).

Akan tetapi, Heins melanjutkan, perusahaannya tak punya banyak peluang untuk tampil menonjol di tengah para produsen Android.

Samsung, yang juga memproduksi komponen-komponen untuk perangkatnya sendiri, berhasil menjadi pemain besar, tapi perusahaan-perusahaan lainnya mengalami kesulitan dalam bersaing.

Lagipula, tambahnya lagi, "Itu sama saja dengan meminggirkan para pengguna BlackBerry."

Meskipun berdasarkan data kuartal ketiga dari Gartner pangsa pasar global BlackBerry telah menciut menjadi 5,3 persen, menurut data lansiran RIM sendiri pada akhir September lalu, pelanggan BlackBerry terus tumbuh menjadi 80 juta pengguna.

Maka, Heins memutuskan untuk tetap ngotot dengan sistem operasi BlackBerry 10 buatan RIM sendiri. Menurut dia, BlackBerry 10 tidak hanya bertujuan untuk membalikkan peruntungan RIM dalam bisnis smartphone, namun juga menciptakan platform baru untuk "era selanjutnya dari komputasi mobile."

"Saya sangat puas telah mengambil keputusan tersebut," imbuhnya.

Meski begitu, Heins mengakui bahwa perusahaannya terlambat membuat perubahan. Salah satu sebabnya, ujar Heins, adalah karena RIM tidak menyadari bahwa pengguna lebih menyukai layar lebar dan banyaknya aplikasi ketimbang aspek e-mail, keamanan, kemudahan mengetik, dan daya tahan baterai yang menjadi andalan BlackBerry.

"Melihat ke belakang, saya pikir kami telat mengantisipasi perubahan itu. Tapi sekarang kami sudah sadar."

Perangkat BlackBerry 10 yang menjadi tumpuan harapan RIM dijadwalkan rilis tanggal 30 Januari tahun depan. Disamping itu, Heins mengatakan bahwa masih banyak yang masih dilakukan perusahaannya.

Selagi RIM menyelesaikan BlackBerry 10, Heins berusaha merombak perusahaan yang bermarkas di Waterloo, Ontario, Kanada itu. Dia mengatakan, RIM telah berhasil mengubah susunan tim eksekutifnya dan mengurangi tenaga kerja sebanyak 5.000 orang selagi menambah jumlah pelanggan dan membikin sistm operasi baru.

"Kami masih terus bekerja," ujar Heins. "Kami tak mau berpura-pura seolah sudah selesai," pungkasnya, Demikian seperti yang dikutip dari kompas.com, pada Senin (19/11).(kmp/bhc/opn)

Senin, 19 November 2012

Mengenang Kembali Sejarah Benteng Marlborough Bengkulu


Benteng Marlborough berdiri kokoh di tepi laut di atas sebuah dataran dengan ketinggian lebih kurang 8,5 meter di atas permukaan laut (dpl). Secara administratif benteng ini terletak di Desa Kebon Keling, Kelurahan Kampung Cina, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu, Propinsi Bengkulu.

Bagian luar benteng dikelilingi parit dan tanggul, namun pada bagian depan dan belakang sudah tidak tampak lagi hanya berupa tanah yang agak rendah dan bekas bangunan yang telah dibongkar. Sisi luar parit keliling yang merupakan tanggul kini dibuatkan jalan setapak selebar kurang lebih 1 meter. Dari jalan setapak ini masih terdapat halaman yang dibatasi oleh pagar besi yang mengelilingi benteng yang menjadi pembatas antara benteng dengan lingkungan luar.

Lingkungan di luar pagar benteng berbatasan dengan jalan raya, yaitu pada sebelah timur berbatasan dengan jalan Benteng, (dahulu Jalan Burniat), berlanjut dengan pertigaan yang merupakan ruas Jalan Khodijah dan Taman Tapak Paderi dengan latar pemukiman penduduk dan tepat pada sudut pertigaan jalan terdapat sekolah. Di sebelah barat berbatasan dengan Jalan Jenderal A. Yani dan pertokoan serta pecinan, termasuk bekas Gedung Pengadilan, sebelah utara Jalan Jenderal A. Yani dan Pelabuhan Lama (obyek wisata Pantai Bai), dan sebelah selatan Jalan Benteng dan perumahan masyarakat Kelurahan Kebun Keling

Latar Belakang Sejarah
Kedatangan Bangsa Eropa ke Bengkulu seperti juga ke daerah lain, pada mulanya untuk berhubungan dagang. VOC datang pada tahun 1604 dan mendirikan kantor pelelangan, kemudian pergi pada tahun 1670. Sedangkan Inggris melalui EIC (East India Company) datang pada tahun 1685 dan mengadakan perjanjian dengan Kerajaan Selebar. Kolonial Inggris berkuasa di Bengkulu selama 140 tahun terhitung mulai dari tahun 1685 dan berakhir pada tahun 1825 dengan adanya perjanjian London (Treaty of London) yang berisi penyerahan daerah kekuasaan Inggris kepada Belanda. Dalam rentang waktu tersebut, Inggris membangun sarana dan prasarana untuk menunjang imperialismenya di Bengkulu. Sarana dan prasarana yang dibangun antara lain garnizun, loji, gudang, jalan, pelabuhan, perkantoran dan benteng-benteng pertahanan. Salah satu benteng yang dibangun adalah benteng Marlborough. Pemberian nama Marlborough adalah sebagai penghormatan kepada John Churchil yang bergelar Duke of Marlborough I.

Pembangunan benteng Marlborough dimaksudkan sebagai benteng pertahanan untuk mempertahankan kekuasaan Inggris di kawasan pantai barat Sumatera dari ancaman Belanda. Selain itu juga dimaksudkan untuk mempertahankan daerah Bengkulu sebagai daerah monopoli lada dan pusat perdagangan.

Pembangunan benteng diprakarsai oleh Gubernur Yoseph Collet (1712-1716). Awal pembangunannya dimulai pada tahun 1713 dan selesai tahun 1719, dalam rentang waktu tersebut tercatat nama-nama penguasa Inggris yang mempunyai andil dalam pembangunan benteng tersebut, antara lain Yoseph Collet (1712-1716), Thiophillus Shyllings (1716-1717), Richard Former (1717-1718) dan Thomas Cooke (1718).

Fungsi Benteng Marlborough sebagai benteng pertahanan terus berlanjut pada periode berikutnya, yaitu oleh pihak Belanda (1825-1942), Jepang (1942-1945) dan oleh tentara Republik Indonesia pada masa perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Benteng yang masih berdiri kokoh sampai sekarang ini merupakan monumen perjuangan rakyat Bengkulu dalam menuntut keadilan dan kebebasan dari penjajah.

Arsitektur Bangunan
Benteng Marlborough berdiri di atas lahan seluas 44.100,5 meter2 dengan panjang 240,5 m dan lebar 170,5 m, dengan orientasi 215 derajat ke arah barat daya. Benteng Marlborough berbentuk kura-kura dengan arah hadap kepala ke barat daya, sedangkan pintu masuk benteng lebih mengarah ke barat, yaitu sisi mata kanan kura-kura dengan pintu masuk dan jembatan yang menghubungkan jalan masuk dengan bagian luar.

Pada bagian kepala dan badan dihubungkan dengan jembatan yang membentuk bagian leher. Pada bagian belakang benteng terdapat pintu masuk dari belakang dan sebuah jembatan di atas parit yang membentuk bagian ekor. Ketiga jembatan itu pada masa awalnya sewaktu-sewaktu dapat diangkat dan diturunkan. Disekeliling benteng dari batas terluar dinding masih terdapat batas-batas asli berupa parit-parit.

Pada bagian dalam benteng terdapat beberapa bangunan memanjang yang pada awalnya difungsikan sebagai gudang persenjataan, tempat tahanan dan perkantoran serta ruang terbuka yang merupakan halaman bagian dalam. Secara keseluruhan bentuk ba-ngunan yang berdenah kura-kura merupakan ciri khas benteng-benteng di Eropa. Bagian kepala kura-kura berfungsi sebagai pintu masuk benteng, sedangkan badan kura-kura berfungsi sebagai benteng dan keempat kakinya berfungsi sebagai bastion.

Benteng ini dibangun dengan menggunakan campuran kapur, pasir, dan semen merah. Tinggi dinding benteng bagian luar 8,65 m, tebal 3 m dan tinggi bagian dalam 8,50 m, tebal 1,85 m. Bangunan benteng terdiri atas delapan bangunan yaitu :
a. Bangunan kepala kura-kura
(panjang 60 m dan lebar 40,40 m)
b. Bangunan kaki kura-kura bagian selatan
(panjang 50,90 m dan lebar 50,60 m);
c. Bangunan kaki kura-kura bagian timur
(panjang 50,90 m dan lebar 50,10 m)
d. Bangunan kaki kura-kura bagian utara
(panjang 70,20 m dan lebar 40,60 m);
e. Bangunan kaki kura-kura bagian barat
(panjang 50,40 m dan lebar 50,10 m);
f. Bangunan timur laut
(panjang 50,20 m dan lebar 6,80 m);
g. Bangunan tenggara
(panjanng 60 m dan lebar 6,80 m);
h. Bangunan barat laut
(panjang 61 m dan lebar 6,80 M).

Tiap-tiap bangunan mempunyai ruangan-ruangan yang berfungsi sebagai tempat tahanan, gudang persenjataan, perlengkapan dan kantor. Pada tiap kaki kura-kura (bastion) terdapat beberapa pucuk meriam baik berukuran besar maupun berukuran kecil dan pada bagian bawah bangunan kaki kura-kura bagian utara terdapat terowongan yang berukuran panjang 6 m dan lebar 2 m. Dalam bangunan terdapat lubang perlindungan yang dipergunakan sebagai jalan keluar dari kepungan musuh. Bagian tengah benteng terbuka tanpa atap, sedang lantainya terbuat dari ubin, batu kali atau karang sedang atap terbuat dari genteng. Pintu gerbang dan pintu-pintu ruangan lainnya terbuat dari kayu yang diberi penguat berupa pasak-pasak besi. Sedang ruang tahanan menggunakan terali besi.

Pada bagian belakang pintu benteng terdapat tiga buah bangunan makam, yaitu makam Thomas Parr, Charles Muray dan satu makam tak dikenal. Selain ketiga makam tesebut terdapat pula empat buah prasasti nisan berbahasa Inggris yang ditempelkan pada dinding gerbang pintu masuk dari belakang yang bertuliskan : George Thomas Shaw yang meninggal tanggal 25 April 1704, Richard Watts yang meninggal 17 Desember 1705 dalam usia 44 tahun, Henry Stirling yang meninggal pada bulan April 1744 dalam usia 25 tahun dan Capt. James Coney yang meninggal Februari 1737 dalam usia 36 tahun.

Riwayat Pelestarian
Dalam upaya melestarikan dan melindungi bangunan benteng dari kemungkinan terjadinya kerusakan, pada tahun anggaran 1977/1978 sd. 1983/1984 dilakukan pemugaran oleh Proyek Pembinaan dan Pemeliharaan Peninggalan Sejarah dan Purbakala Bengkulu. Pemugaran meliputi bagian kepala kura-kura, kaki kura-kura barat dan utara, jembatan (tiang dinding pengaman), pembuatan pintu dan jendela serta pertamanan. Pada tahun 1984 dilakukan peresmian purnapugar Benteng Marlborough oleh Direktur Jenderal Kebudayaan Prof. Dr. Haryati Soebadio.

Upaya pemeliharaan selanjutnya dilakukan oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jambi Wilayah Kerja Propinsi Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, dan Bangka Belitung bekerja sama dengan Proyek Pembinaan dan Pemeliharaan Peninggalan Sejarah dan Purbakala Bengkulu. Meliputi penunjukan juru pelihara pada tahun 1994, penataan kembali pertamanan benteng pada tahun 1992, konservasi meriam benteng pada tahun 1997 dan pengangkatan Satuan Pengamanan (SATPAM) tahun 1998.

Selain itu untuk menunjang terlaksananya pelestarian bangunan dan lingkungannya dengan lebih maksimal juga dilakukan pemintakatan situs dan evaluasi kondisi keterawatan pasca pemugaran oleh Bagian Proyek Pembinaan Peninggalan Sejarah dan Kepurbakalaan Bengkulu pada tahun 1997/1998. Pemugaran selanjutnya dilakukan oleh Proyek Pemanfaatan Peninggalan Sejarah dan Purbakala Jambi dari tahun anggaran 2002 sd. 2004.

Penutup
Keberadaan Benteng Marlborough sebagai benda cagar budaa harus tetap dipertahankan karena mengingat peranannya di masa lalu. Pada masa lalu benteng ini merupakan salah satu bukti sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam melawan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Selain itu benteng dan kawasan lingkungan pemukiman yang melingkupinya menunjukkan adanya ciri arsitektur yang khas. Kekhasan ini tampak dari gaya arsitektur bangunan yang memperlihatkan suatu ciri kawasan kota yang pernah mendapatkan pengaruh beragam, yaitu mulai dari pengaruh Inggris, Belanda, dan Jepang serta masa perjuangan kemerdekaan. Dengan adanya ciri khas ini, maka benteng Marlborough menjadi salah satu aset wisata budaya andalan bagi Propinsi Bengkulu.

Ikhsan Mudjo: Pemerintah Harus Bercermin Pada 2 Hal


JAKARTA, Berita HUKUM - “Pemerintah sekarang tidak bisa lagi berbuat apa-apa, Negara ini sudah dijajah oleh pihak asing yang telah mengambil kedaulatan energi dari pemiliknya sendiri, dan seharusnya rakyatlah pemiliknya”. Ini opini yang akhir-akhir ini sering kali muncul di media massa dan televisi yang diucapkan berbagai kalangan mulai dari pengamat politik, pengamat sumber energi, hingga elit partai politik. Mereka menganggap seharusnya Indonesia mampu mengelola seluruh kekayaan alam kita sendiri. Dengan pemerintah sebagai porosnya. Namun menurut mereka, justru pemerintahlah yang membelenggu harapan rakyat untuk menikmati kekayaan alamnya sendiri, dengan memberikan kekayaan alam Indonesia kepada pihak asing.

Dalam sebuat debat yang ditayangkan di TV one yang bertema "Mengapa Migas Dikuasai Investor Asing?", Ketua Departemen Keuangan DPP Partai Demokrat Ikhsan Mudjo mengatakan, "sebenarnya Indonesia ini mempunyai sumber daya alam yang sangat banyak, hanya saja kita tidak dapat mengolah dan memanfaatkannya. Kalau ditinjau dari segi pengolahan dan pemanfaatannya, maka pemerintah harus bercermin pada 2 hal terlebih dahulu." Ujarnya, Senin (19/11).

2 hal itu yaitu, modal dan teknologi. Dari sisi modal kita belum mampu mengeksplorasi kekayaan alam kita sendiri karena alokasi dana APBN yang kecil dan belum diberinya masyarakat lokal (investor lokal) kesempatan untuk ikut mengeksplorasi, serta birokrasi yang rumit dan berbelit-belit dalam prosesnya. Hal ini juga dialami oleh Pertamina sebagai perusahaan BUMN yang memiliki hak untuk mengeksplorasi alam, namun proses dalam pelaksanaannya lama di DPR dan BP MIGAS. Justru pihak asing yang prosesnya dimudahkan tidak perlu ke DPR, cukup ke BP Migas.

Yang terakhir teknologi kita kurang mumpuni. Menurut Prof. Lincolin Arsyad, teknologi adalah hal yang paling menentukan dalam pengoptimalan eksplorasi sumber energi. Karena manusia semakin lama semakin berkembang, dan terus berkembang untuk menemukan inovasi-inovasi baru yang membuat manusia bisa terus bertahan hidup. Contoh Indonesia memiliki kekayaan alam melimpah, namun tidak memiliki teknologi yang baik maka kekayaan alam kita akan dimanfaatkan pihak lain yang tidak memiliki kekayaan alam, namun memiliki modal yang kuat dan teknologi yang mumpuni.

"Nah, apalagi sudah ada intervensi dari negara lain, maka akan sulit untuk mengatasinya selama kita belum mempunyai modal dan teknologi yang kuat. Seharusnya pemerintah harus tanggap dalam menanggapi hal ini," tambahnya.

"Untuk itu, saya sangat setuju dengan adanya pembubaran BP Migas oleh MK. Sebab, BP Migas yang diatur dalam UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak memiliki hukum yang mengikat," katanya.

Dalam pasal 33 UUD 1945, ini sudah jelas mengatakan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Sementara dalam UU BP Migas, semua keinginan dari Pasal 33 UUD 1945 tidak dapat terpenuhi. Terlebih lagi, BP Migas dinilai lebih memihak ke asing. "Contohnya saja, hasil gas dari LNG Tangguh yang justru tidak dialokasikan ke dalam negeri. BP Migas malah menjual gas tersebut secara murah ke China," tambahnya.

Dengan dijualnya gas dari LNG Tangguh ke China, PLN pun berteriak-teriak karena tidak mendapat pasokan gas dari BP Migas. Alhasil, PLN terpaksa memakai bahan bakar minyak (BBM) sebagai pembangkit listrik. Itu yang menyebabkan PLN diduga melakukan inefisiensi sebesar Rp 37,6 triliun.

Sekadar catatan, MK melakukan pembubaran BP Migas karena ketidaksesuaian dengan undang-undang yang berlaku. MK menyatakan frasa "dengan Badan Pelaksana" dalam Pasal 11 Ayat (1), frasa "melalui Badan Pelaksana" dalam Pasal 20 Ayat (3), frasa "berdasarkan pertimbangan dari Badan Pelaksana dan" dalam Pasal 21 Ayat (1), frasa "Badan Pelaksana dan" dalam Pasal 49 UU Migas bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak memiliki kekuatan hukum mengikat.(bhc/opn)

Minggu, 18 November 2012

Glenn: Konflik yang Terjadi di Sisi Kiri dan Kanan, Hanya Bermuara Ketidakadilan


JAKARTA, Berita HUKUM - Suasana malam ini di lantai 3 Mall FXSudirman kembali meriah setelah ada konser damai dan amal bertajuk "Nyanyian Damai untuk Poso dan Lampung". Konser ini digelar oleh VOTE (Voice From The East) pada Minggu (18/11), sejak pukul 14:00-22:00 WIB tadi.

Para pengunjung yang datang langsung memadati tempat tersebut ketika konser sedang berlangsung. Dengan perasaan yang senang dan gembira, mereka langsung bernyanyi bersama saat salah satu penyanyi dari TheExtralarge menyanyikan lagunya.

Konser Nyanyian Damai untuk Poso dan Lampung tersebut juga melibatkan EFAproject yang menghadirkan berbagai penyanyi seperti: Tompi, TheExtralarge, Wizzow, EndahNRheza, TOR, Andre Harihandoyo and Sonic People (AHSP), Adrian Adioetomo, Blotymama, Kunokini, Superglad, Monkey2Millionaire, Flowland feat Ayu Ratio.

Selain melakukan konser, mereka juga melakukan pengumpulan uang untuk warga Poso dan Lampung dengan memasukkan uang sumbangan ke Kotak yang bertuliskan Donasi VOTE.

Menurut Glenn Fredly, salah satu penyanyi POP Indonesia saat dikonfirmasi BeritaHUKUM.com mengatakan, acara ini merupakan suatu hal yang sudah sejak lama direncanakn oleh VOTE. Karena, dimana-mana berita tentang Poso dan Lampung selalu menjadi perhatian banyak publik.

Dan kami dari kalangan artis juga merasa terpanggil untuk acara ini. Semuanya yang mau ikut dalam meramaikan dan terlibat dalam acara ini semuanya kita persilahkan, karena ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat Poso dan Lampung.

"Kami para musisi dan penyanyi sudah berkumpul disini, karena ini merupakan suatu wujud kepedulian kami terhadap masyarakat Poso dan Lampung," ujarnya.

Saat ditanya tentang konfik di Flores Timur, ia menyebutkan bahwa, konflik yang terjadi sekarang sudah banyak, bahkan sudah kompleks semuanya. Sebenarnya, konflik sosial ini hampir muncul sisi dikiri dan kanan, yang hanya bermuara pada 'ketidakadilan'.

"Konflik ini hampir terjadi di sisi kiri dan kanan, karena konflik tersebut hanya bermuara pada ketidakadilan semata," katanya.

"Dan melalui gerakan VOTE (Voice From The East) inilah, kita bisa menjadi pijakan, dan inspirasi bagi anak-anak muda. Supaya kita sama-sama peduli kepada masyarakat Poso dan Lampung," tambahnya.

"Tak hanya itu saja, setelah acara ini, kita juga akan mengunjunggi masyarakat Poso. Serta akan mengajaknya berdialog langsung," pungkasnya.

Salah satu pengunjung FX Mall Sudirman juga mengatakan bahwa, acara ini sangat bagus, karena ini merupakan suatu bentuk kepedulian bersama terhadap masyarakat Poso dan Lampung.

"Iya sih, acara ini sangat bagus menurut saya, karena kita sama-sama pedulilah terhadap mereka. Karena, hal ini juga sebagai bentuk kepedulian kita terhadap mereka. Apalagi, dengan menyumbang uang kepada mereka," ujarnya.

Sementara, Kordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar menjelaskan bahwa, acara dibuka untuk umum dan tidak dikenakan biaya.

"Masyarakat silahkan hadir. Kalau sumbangan sudah terkumpul, maka akan kita berikan kepada masyarakat di Poso dan Lampung. Konser ini untuk mendorong perdamaian di Lampung dan Poso," kata Haris.

Sebelumnya, Kontras, Walhi dan beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat juga menggelar rangkaian kampanye damai bersama sejumlah musisi untuk Indonesia Timur yang diberi tajuk VOTE (Voice of The East).(bhc/opn)

Jumat, 16 November 2012

Mengenang Sejarah Tabot Bengkulu


Tahukah anda Tabot?. Tabot adalah upacara tradisional masyarakat Bengkulu untuk mengenang tentang kisah kepahlawanan dan kematian cucu Nabi Muhammad SAW, Hasan dan Husein bin Ali bin Abi Thalib dalam peperangan dengan pasukan Ubaidillah bin Zaid di padang Karbala, Irak pada tanggal 10 Muharam 61 Hijriah (681 M).

Dalam al-Quran kata Tabot dikenal sebagai sebuah peti yang berisikan kitab Taurat. Bani Israil di masa itu percaya bahwa mereka akan mendapatkan kebaikan bila Tabot ini muncul dan berada di tangan pemimpin mereka. Sebaliknya mereka akan mendapatkan malapetaka bila benda itu hilang.

Perayaan Tabot pada mulanya dibawa dan dikembangkan oleh orang-orang India asal Siphoy yang datang bersama datangnya tentara Inggris ke Bengkulu tahun 1685. Mereka datang ke Bengkulu dari Madras-Benggali India bagian selatan, bersama-sama bangsa Inggris semasa pendudukannya di Bengkulu. Salah satu pendatang tersebut adalah Ulama Syiah bernama Syeh Burhanuddin yang kemudian lebih dikenal dengan nama Imam Senggolo.

Beliau lah yang pertama kali memperkenalkan upacara Tabot kepada masyarakat Bengkulu yang berada di sekitar Benteng Marlborough pada saat itu. Upacara ini selanjutnya diwariskan kepada anak cucu keturunannya yang kemudian diantaranya ada yang berasimilasi dengan orang Bengkulu.

Upacara tradisional yang dinamakan dengan "Tabot" dan sering juga diucapkan dengan nama "Tabut", di lain dareah yaitu Sumatera Barat dikenal dengan nama "Tabui" adalah merupakan upacara berkabung Kaum Syi'ah. Karena upacara ini sudah cukup lama tumbuh dan berkembang di sebagian masyarakat Kota Bengkulu, maka akhirnya dipandang sebagai upacara tradisional orang Bengkulu. Baik dari kalangan kaum Sipai maupun oleh seluruh masyarakat Melayu Bengkulu. Dengan demikian jadilah Upacara Tabot sebagai Upacara Tradisional dari suku Melayu Bengkulu.

Seperti telah diuraikan sebelumnya, nama "Tabut" berasal dari kata Arab yaitu Tabut, yang secara harfiah berarti Kotak Kayu atau Peti. Konon menurut kepercayaan kaum Bani Israil pada waktu itu bahwa bila Tabut ini muncul dan berada di tangan pemimpin mereka, akan mendatangkan kebaikan bagi mereka. Namun sebaliknya bila Tabut tersebut hilang maka akan dapat mendatangkan malapeta bagi mereka.

Di Bengkulu sendiri, upacara Tabot ini merupakan upacara hari berkabung atas gugurnya Syaid Agung Husien bin Ali bin Abi Thalib, salah seorang cucu Nabi Muhammad SAW. Inti dari upacara tersebut adalah mengenang usaha dan upaya para pemimpin Syi'ah dan kaumnya yang berupaya mengumpulkan bagian-bagian dari jenazah Husien. Setelah semua bagian tubuhnya terkumpul kemudian diarak dan dimakamkan di Padang Karbala. Seluruh upacara berlangsung selama 10 hari, yaitu dari tanggal 01 sampai dengan 10 Muharram. Adapun tahapan dari upacara Tabot tersebut adalah sebagai berikut : Mengambil Tanah, Duduk Penja, Menjara, Meradai, Arak Penja, Arak Serban, Gam (masa tenang/berkabung) dan Arak Gedang serta Tabot terbuang.(bhc/opn)

Kamis, 15 November 2012

Wow, Anak Muda Indonesia Menghadirkan Jejaring Sosial Mindtalk



JAKARTA, Berita HUKUM – Facebook dan Twitter merupakan pengguna paling banyak dalam keaktifannya dalam memakai media social tersebut. Belum lagi seperti Blog, Google + dan masih banyak lagi yang lainnya yang juga sering dipakai. Jadi, tidak mengherankan lagi kalau Indonesia menjadi pemakai terbanyak dari hasil karya orang lain tersebut.

Tetapi perlu juga diketahui, beberapa anak muda dari Indonesia sekarang juga telah berhasil menciptakan sebuah media social, media social tersebut diberi nama Mindtalk. Media social ini dibuat karena Indonesia tidak ingin dijadikan hanya sebagai pengguna dan target pasar dari pembuat media social terbesar didunia tersebut. Dan Media social ini baru saja lulus dari versi beta dengan desain terbaru yang telah dirancang oleh pembuatnya.

“Secara sederhana, Mindtalk adalah ruang bertemu dan berkomunikasi bagi orang-orang dengan ketertarikan yang sama,” ujar salah satu pendiri Mindtalk, Danny Oei Wirianto, dalam peluncuran resminya di F(X) Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu, (14/11).

Mindtalk ini sekarang merupakan startup dibawah naungan PT Merah Putih Incubator, yang berasal dari buah ide Robin Ma’rufi asal Wonosobo. Kemudian setelah ide tersebut berhasil tercapai, Robin Ma’rufi mendirikannya bersama Danny Oei Wirianto, yang merupakan pemegang saham Kaskus. Media social ini sejak awal telah ditargetkan masuk ke pasar global agar bisa bersaing di kancah Internasional, serta semua orang tidak beranggapan lagi bahwa Indonesia hanya sebagai pemakai semata.

Di Indonesia, orang-orang gemar membuat sebuah komonitas dalam bentuk forum. Tetapi sayangnya, para anggota yang ada dalam forum itu sendiri tidak bisa membentuk subforum, karena yang bisa menggunakannya adalah administrator saja. Dan terkadang forum yang didominasi hanya dalam bentuk teks, membuat semua orang menjadi bosan dan malas melihatnya.

Nah, dengan kehadiran Mindtalk ini, semua orang diberi kebebasan membuat subforum dalam bentuk channel dalam berbagai posting tema tertentu, seperti film, musik, fashion, literatur, game dan masih banyak lagi yang lainnya.

Untuk itu, anda juga dapat berbagi posting tersebut melalui sebuah artikel yang berbentuk teks, foto, maupun video, tetapi sebelum anda mengirimkannya ke orang yang anda inginkan, anda terlebih dahulu harus memasukkan kata kunci yang didahului dengan tanda pagar (#), yang sama seperti media social Twitter.

Tetapi bila twitter menggunakan istilah follower dan following, Nah Mindtalk sendiri juga memiliki konsep serupa loh, yaitu dengan sebutan supporting dan supporter. Selain itu, para pengguna juga dapat merespon posting tersebut dengan komentar dan emoticon.

Danny menyebutkan, Mindtalk ini muncul dalam versi beta pada September 2011 lalu. Dan saat ini sudah terdapat 800 ribu postingan yang terangkum dalam 8 ribu channel.

“Satu artikel rata-rata mendapat lima respon. Jadi, itu bisa dikatakan sebagai anggota Mindtalk yang cukup aktif,” tambah Danny.

Dan untuk anggota Mindtalk sendiri, sekarang sudah berjumlah 180 ribu anggota, yang 85%-nya berasal dari Indonesia sendiri.

Serta, beberapa merk seperti Indosat, BCA, Telkom, Nokia, Djarum, dan Unilever juga telah bergabung dalam jejaring sosial ini. Sementara itu, Negara lain yang juga ‘nimbrung’ di Mindtalk, antara lain Amerika Serikat, India, Malaysia, Bangladesh hingga Afrika Selatan.

“Kedepannya kita juga akan membuat Mindtalk yang terlokalisasi, seperti di Malaysia, Singapura, India, Amerika, dan juga Brazil,” kata Danny.

Aplikasi Mindtalk ini telah dihadirkan pada platform Android, BlackBerry, iOS, Nokia Asha, serta Windows Phone 7 dan 8. Aplikasi ini juga telah terpasang secara pre-installed di perangkat Nokia Asha, Lumia 610 dan 510, serta Polytron Android.

Saat ini, akses dari perangkat-perangkat yang dipakai oleh para pengguna telah bergerak meningkat menjadi 24 persen. Peningkatan tersebut telah melonjak dari awal tahun yang hanya berada pada kisaran 7%.

Untuk desktop, Mindtalk dapat diakses melalui semua browser, juga tersedia dalam bentuk aplikasi di Google Chrome Web Store.(bhc/opn)

Presiden Buka Trade Expo Indonesia 2012


JAKARTA, Berita HUKUM - Sekitar pukul 10:00 WIB pagi tadi, Presiden Susilo Bambang Yudhoyuno menghadiri pembukaan Trade Expo 2012 di Kemayoran, Jakarta, Rabu (17/10). Terkait dengan beberapa penyampaian yang harus dia paparkannya terhadap Ekspor perdagangan.

Dalam pidatonya, Presiden SBY berharap Pemerintah dapat berkolaborasi dan bekerja sama antar pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dengan dunia usaha serta mitra-mitra negara sahabat, lebih lagi untuk meningkatkan kerjasama perdagangan yang dapat memberi manfaat nyata bagi ekspor perdagangan dan bagi perkonomian indonesia.

Dalam pembahasan Trade Expor atau perdagangan, Presiden SBY menyampaikan 3 kata kunci dan penting dari pertanyaannya yang harus dapat dijawab:

1.Mengapa ekonomi kita, ekonomi indonesia harus diperluas?

2. Mengapa ekspor kita harus tetap tumbuh?

3.Apa yang bisa membikin ekspor kita terus meningkat?

Dari pertanyaan kata kunci diatas, maka presiden memaparkan satu-persatu jawaban dari pertanyaannya itu. Pertama, mengapa ekonomi kita, ekonomi indonesia harus diperluas?, Presiden SBY menjelaskan, "kalau ekonomi kita tumbuh, maka lapangan pekerjaan akan tercipta, yang tadinya nganggur akan dapat bekerja, dan dalam pekerjaannya itu akan dapat penghasilan. Dan dari penghasilannya itu, maka dia akan dapat memenuhi kebutuhan sehari-harinya", ujar Presiden.

Untuk yang kedua, Mengapa ekspor kita harus tetap tumbuh?, Presiden kembali memaparkan, "kalau ekonomi negara tumbuh, maka ekonomi negara akan meningkat. Selain itu, kalau ekspor negara kita tumbuh, maka kita akan dapat menekan angka kemiskinan dan dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat. Tetapi kalau ekspor kita turun, maka yang akan terpukul adalah para industri yang memproduksi barang dan jasa", tambahnya.

Kemudian yang ketiga, Apa yang bisa membikin ekspor kita terus meningkat?, "yang pertama, produk yang dihasilkan harus mampu bersaing, kalau tidak mampu bersaing bagaimana mau meningkat. Tetapi kalau mampu bersaing, maka industri kita harus mampu bersaing produktif dan kompetetif dan inovatif", katanya.

"Selain itu, pemerintah harus dapat berperan dalam hal ini, supaya dapat membantu dalam persaingan perdagangan. Misalnya, dengan membuat rantai perdagangan dengan efesien dan infrastruktur yang bagus. Nah kalau itu dapat terpenuhi, maka nilai ekspor kita di kanca internasional akan dapat tetap meningkat dan tumbuh", pungkasnya.

Dalam penyampainnya dan pemaparannya diatas, presiden menggaris bawahi bahwa, kalau daya saing kita mau meningkat, maka diperlukan kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha. Dan Upaya-upaya dalam meningkatkan infrastruktur untuk meningkatkan produksi harus tetap kita pertahankan, agar dapat menekan angka kemiskinan.

Kemudian dalam bagian akhir pidatonya, presiden tak bosan-bosannya mengajak untuk selalu memantau situasi perekonomian dunia. Terutama kepada sahabat-sahabat negara untuk dapat bekerjasama dengan indonesia, supaya dapat mencapai perekonomian yang tinggi, baik secara global, dan regional.

Sebelum Menutup pidatonya, dengan mengucapkan Bismillah, presiden SBY resmi membuka Trade Expo Indonesia 2012.(bhc/opn)